Minggu, 17 Maret 2013

Abnormal


KLASIFIKASI DAN DIAGNOSIS
GANGGUAN JIWA
A.    PEDOMAN PENGGOLONGAN DAN DIAGNOSIS GANGGUAN JIWA
Rujukan yang biasanya diguakan untuk mengklasifikasikan dan mendiagnosis penyakit antara lain adalah PPDGJ.
PPDGJ menganut pendekatan ateoritik kecuali pd gangguan yang telah secara jelas disepakati penyebabnya.Pengelompokan diagnosis gangguan jiwa berdasarkan gambaran kliniknya.PPDGJ tidak menganggap gangguan jiwa adalah  satu kesatuan yang tegas dengan batas-batas yg jelas antara gangguan jiwa tertentu dengan gangguan jiwa lainnya. Anggapan salah : semua orang yang menderita gangguan jiwa yang sama akan serupa dalam segala hal yang penting.
Manfaat:
a.       Penyeragaman kode membantu dalam pencatatan, dokumentasi dan statistik kesehatan
b.      Keseragaman diagnosa merupakan acuan untuk tata laksana therapi
c.       Sebagai alat komunikasi team kesehatan termasuk perawat
d.      Penelitian : memberikan batasan operasional diagnosa gangguan jiwa.
Isi dari PPDGJ adalah sebagai berikut:
1.      DSM(Untuk mendiagnosis gangguan mental)
DSM III  berisi diskripsi semua gangguan psikis yang berkaitan dengan gangguan mental.DSM menggunakan pendekatan yang tidak teoritis,gangguan psikis digambarkan melaui istilah yang berkaitan dengan fenomena yang diobservasi
2.      Definisi mental disorder
Kekalutan mental atau mental disorder juga disebut suatu bentuk gangguan bentuk kekacauan fungsi mental (kesehatan mental) disebabkan oleh kegagalan mereaksi ketegangan-ketegangan sehingga muncul gangguan fungsi atau gangguan struktur pada satu bagian, satu organ atau sistem kejiwaan(Abdul Mujib)
Mental disorder ( gangguan , kekalutan , penyakit mental) itu adalah sebarang bentuk ketidak mampuan menyesuaikan diri yang serius sifatnya terhadap tuntutan dan kondisi lingkungan yang mengakibatkan ketidak mampuan tertentu . Sumber gangguan / kekacauannya bias bersifat psikogenis atau organis, mencakup kasus-kasus reaksi psikopatisdan reaksi-reaksi neurotis yang gawat (J.P. Chaplin)
Mental disorder merupakan sindrom psikis yang dialami individu yang kemudian dapat dirasakan sebagai distress saat ini (gejala yang menyakitkan) atau ketidakmampuan(hendaya-impairment)pada sebagian atau salah satu fungsi dengan resiko yang serius.
Konsep gangguan jiwa,yaitu:
a.       Adanya gejala klinis yang bermakna berupa:
a)      Sindrom atau pola perilaku
b)      Sindrom atau pola psikologis
b.      Gejala klinis menimbulkan penderitaaan(distres)
Jiwanya sering menunjukkan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, dan mudah marah.
c.       Gejala klinis tersebut menimbulkan disabilitas
Jasmaninya sering merasakan pusing-pusing, sesak napas, demam dan nyeri pada lambung
3.      Neurotik versus Psikotik
Neurotik gangguan yang menunjukan perilaku yang mengandung simpton yang tergolong distress dan tidak diterima oleh penderita.
Psikosis gangguan atau bentuk tingkah laku yang tidak berhubungan dengan realita

B.     KLASIFIKASI GANGGUAN JIWA dari AXIS I sampai AXIS V
a)      Aksis I : Gangguan Klinis
Gangguan-gangguan ini diklasifikasikan atas dasar simpton dan bukan berdasarkan penyebabnya. Meliputi mental organik, gangguan mental dan perilaku (zat psikoaktif), skizofrenia, skizotipal, waham, ganggguan mood, gangguan terkait stress, sindrom perilaku, perubahan kepribadian, perkembangan psikologis, gangguan perilaku dan emosional konsep, gangguan jiwa.
b)      Aksis II:Gangguan kepribadian
kepribadian yang tidak fleksibel atau maladaptive(terganggu) yang menimbulkan stress subjektif dan kerusakan yang jelas pada kehidupan dan kemampuan yang terganggu. Meliputi paranoid, skhizoid, disosial, emosional tak stabil, histrionic, anankastik, cemas, dependent, dll.
c)      Aksis III:Kondisi Kondisi Medis Umum
Penyakit akut dan kronis dan kondisi-kondisi medis yang penting untuk penanganan gangguan psikologis yang berperan langsungsebagai penyebab gangguan psikologis. Meliputi penyakit infeksi dan parasid tertentu, neoplasma, penyakit endokrin, nutrisi dan metabolic, penyakit susunan saraf, penyakit mata, dll.
d)     Aksis IV : Problem Psikososial dan Lingkungan
Permasalahan dalam lingkungan social atau fisik yang mempengaruhi diagnosis. Misalnya masalah pendidikan, pekerjaan, perumahan, ekonomi, akses ke pelayanan kesehatan, dll.
e)      Aksis V : Assesmen Fungsi secara Global
Assesment menyeluruh dari fungsi saat ini berkenaan dengan fungsi psikologis, sosial dan pekerjaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar