KLASIFIKASI DAN DIAGNOSIS
GANGGUAN JIWA
GANGGUAN JIWA
A. PEDOMAN PENGGOLONGAN DAN DIAGNOSIS
GANGGUAN JIWA
Rujukan
yang biasanya diguakan untuk mengklasifikasikan dan mendiagnosis penyakit
antara lain adalah PPDGJ.
PPDGJ
menganut pendekatan ateoritik kecuali pd gangguan yang telah secara jelas
disepakati penyebabnya.Pengelompokan diagnosis gangguan jiwa berdasarkan
gambaran kliniknya.PPDGJ tidak menganggap gangguan jiwa adalah satu kesatuan yang tegas dengan batas-batas
yg jelas antara gangguan jiwa tertentu dengan gangguan jiwa lainnya. Anggapan
salah : semua orang yang menderita gangguan jiwa yang sama akan serupa dalam
segala hal yang penting.
Manfaat:
Manfaat:
a. Penyeragaman
kode membantu dalam pencatatan, dokumentasi dan statistik kesehatan
b. Keseragaman
diagnosa merupakan acuan untuk tata laksana therapi
c. Sebagai
alat komunikasi team kesehatan termasuk perawat
d. Penelitian
: memberikan batasan operasional diagnosa gangguan jiwa.
Isi
dari PPDGJ adalah sebagai berikut:
1. DSM(Untuk
mendiagnosis gangguan mental)
DSM III berisi diskripsi semua gangguan psikis yang
berkaitan dengan gangguan mental.DSM menggunakan pendekatan yang tidak teoritis,gangguan
psikis digambarkan melaui istilah yang berkaitan dengan fenomena yang
diobservasi
2. Definisi
mental disorder
Kekalutan mental atau
mental disorder juga disebut suatu bentuk gangguan bentuk kekacauan fungsi
mental (kesehatan mental) disebabkan oleh kegagalan mereaksi
ketegangan-ketegangan sehingga muncul gangguan fungsi atau gangguan struktur
pada satu bagian, satu organ atau sistem kejiwaan(Abdul Mujib)
Mental disorder (
gangguan , kekalutan , penyakit mental) itu adalah sebarang bentuk ketidak
mampuan menyesuaikan diri yang serius sifatnya terhadap tuntutan dan kondisi
lingkungan yang mengakibatkan ketidak mampuan tertentu . Sumber gangguan /
kekacauannya bias bersifat psikogenis atau organis, mencakup kasus-kasus reaksi
psikopatisdan reaksi-reaksi neurotis yang gawat (J.P. Chaplin)
Mental disorder
merupakan sindrom psikis yang dialami individu yang kemudian dapat dirasakan
sebagai distress saat ini (gejala yang menyakitkan) atau
ketidakmampuan(hendaya-impairment)pada sebagian atau salah satu fungsi dengan
resiko yang serius.
Konsep gangguan jiwa,yaitu:
a. Adanya
gejala klinis yang bermakna berupa:
a) Sindrom
atau pola perilaku
b) Sindrom
atau pola psikologis
b. Gejala
klinis menimbulkan penderitaaan(distres)
Jiwanya sering menunjukkan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, dan mudah marah.
Jiwanya sering menunjukkan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, dan mudah marah.
c. Gejala
klinis tersebut menimbulkan disabilitas
Jasmaninya sering merasakan pusing-pusing, sesak napas, demam dan nyeri pada lambung
Jasmaninya sering merasakan pusing-pusing, sesak napas, demam dan nyeri pada lambung
3.
Neurotik versus Psikotik
Neurotik gangguan yang menunjukan perilaku yang mengandung simpton yang tergolong distress dan tidak diterima oleh penderita.
Psikosis gangguan atau bentuk tingkah laku yang tidak berhubungan dengan realita
Neurotik gangguan yang menunjukan perilaku yang mengandung simpton yang tergolong distress dan tidak diterima oleh penderita.
Psikosis gangguan atau bentuk tingkah laku yang tidak berhubungan dengan realita
B. KLASIFIKASI GANGGUAN JIWA dari AXIS
I sampai AXIS V
a) Aksis
I : Gangguan Klinis
Gangguan-gangguan ini diklasifikasikan atas dasar simpton dan bukan berdasarkan penyebabnya. Meliputi mental organik, gangguan mental dan perilaku (zat psikoaktif), skizofrenia, skizotipal, waham, ganggguan mood, gangguan terkait stress, sindrom perilaku, perubahan kepribadian, perkembangan psikologis, gangguan perilaku dan emosional konsep, gangguan jiwa.
Gangguan-gangguan ini diklasifikasikan atas dasar simpton dan bukan berdasarkan penyebabnya. Meliputi mental organik, gangguan mental dan perilaku (zat psikoaktif), skizofrenia, skizotipal, waham, ganggguan mood, gangguan terkait stress, sindrom perilaku, perubahan kepribadian, perkembangan psikologis, gangguan perilaku dan emosional konsep, gangguan jiwa.
b) Aksis
II:Gangguan kepribadian
kepribadian yang tidak fleksibel atau maladaptive(terganggu) yang menimbulkan stress subjektif dan kerusakan yang jelas pada kehidupan dan kemampuan yang terganggu. Meliputi paranoid, skhizoid, disosial, emosional tak stabil, histrionic, anankastik, cemas, dependent, dll.
kepribadian yang tidak fleksibel atau maladaptive(terganggu) yang menimbulkan stress subjektif dan kerusakan yang jelas pada kehidupan dan kemampuan yang terganggu. Meliputi paranoid, skhizoid, disosial, emosional tak stabil, histrionic, anankastik, cemas, dependent, dll.
c) Aksis
III:Kondisi Kondisi Medis Umum
Penyakit akut dan kronis dan kondisi-kondisi medis yang penting untuk penanganan gangguan psikologis yang berperan langsungsebagai penyebab gangguan psikologis. Meliputi penyakit infeksi dan parasid tertentu, neoplasma, penyakit endokrin, nutrisi dan metabolic, penyakit susunan saraf, penyakit mata, dll.
Penyakit akut dan kronis dan kondisi-kondisi medis yang penting untuk penanganan gangguan psikologis yang berperan langsungsebagai penyebab gangguan psikologis. Meliputi penyakit infeksi dan parasid tertentu, neoplasma, penyakit endokrin, nutrisi dan metabolic, penyakit susunan saraf, penyakit mata, dll.
d) Aksis
IV : Problem Psikososial dan Lingkungan
Permasalahan dalam lingkungan social atau fisik yang mempengaruhi diagnosis. Misalnya masalah pendidikan, pekerjaan, perumahan, ekonomi, akses ke pelayanan kesehatan, dll.
Permasalahan dalam lingkungan social atau fisik yang mempengaruhi diagnosis. Misalnya masalah pendidikan, pekerjaan, perumahan, ekonomi, akses ke pelayanan kesehatan, dll.
e) Aksis
V : Assesmen Fungsi secara Global
Assesment menyeluruh dari fungsi saat ini berkenaan dengan fungsi psikologis, sosial dan pekerjaan.
Assesment menyeluruh dari fungsi saat ini berkenaan dengan fungsi psikologis, sosial dan pekerjaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar