Minggu, 17 Maret 2013

Psikologi Industri dan Organisasi


PERSEPSI DAN ATRIBUSI
Persepsi merupakan proses kognitif kompleks yang menghasilkan gambaran dunia yang unik,yang mungkin agak berbeda dari realita.Persepsi berbeda dengan sensasi,persepsi  lebih kompleks,interaktif dan lebih luas dari pada sensasi ,
Subproses persepsi  terjadi keika seseorang dihadapkan pada stimulus atau situasi,selain situasi yang mempengaruhi persepsi  adalah proses kognitif yaitu meliputi registrasi,interpretasi,dan umpan balik.
Persepsi subliminal adalah stimulus berada di ambang bawah sadar.
faktor perhatian dalam selektivitas yang mempengaruhi persepsi :
1.      Intensitas yaitu semakin kuat stimulus eksternal,semakin dapat dirasakan efeknya.
2.      Ukuran yaitu semakin besar objek semakin mungkin dirasakan.
3.      Kontras yaitu stimulus eksternal yang muncul berlawanan dengan latar belakang atau yang tidak diharapkan akan memperoleh perhatian.
4.      Pengulangan yaitu bahwa stimulus yang berulang-ulang lebih memperoleh perhatian.
5.      Gerakan yaitu orang akan member perhatian lebih pada objek yang bergerak dari pada tidak bergerak.
6.      Baru dan familier menyatakan bahwa situasi yang baru dan familier dapat enrik perhatian lebih besar
Faktor perhatian internal meliputi motivasi,pengetahuan dan kepribadian.
Organisasi perceptual terfokus pada apa yang terjadi didalam proses persepsi jika informasi dari situasi tertentu diterima:
1.      Figur Dasar
prinsip nya yaitu bahwa objek yang ditanggapi muncul terpisah dari latar belakang umum objek tersebut.
2.      Pengelompokan persepsi
prinsipnya bahwa terdapat kecenderungan dalam mengelompokan beberapa stimulus secara bersama-sama dalam pola yang dapat dikenali.
Faktor pengelompokan:
a.       Closure, bahwa orang menanggapi sesuatu secara keseluruhan
b.      Kontinuitas,bahwa seseorang cenderung dapat menerima urutan atau pola kelanjutan.
c.       Proksimitas,bahwa kelompok stimulus yang berdekatan akan ditanggapi sebagai pola keseluruhan dari bagian-bagian bersama.
d.      Kesamaan,bahwa semakin besar kesamaan stimulus,semakin besar kecenderungan menanggap mereka sebagai suatu kelomok umum
.
a.       Konstansi perceptual
Yaitu konstansi memberikan rasa stabilitas dalam dunia yang selalu berubah,contoh warna,bentuk ukuran dan lokasi objek.
b.      Konteks Perseptual
bahwa konteks member arti dan nilai untuk menyederhanakan stimulus,objek,peristiwa,situasi dan orang lain dalam lingkungan.
c.       Persepsi social
Karakteristik orang yang menilai dan orang yang dinilai :
1.      Mengenali diri sendiri memudahkan melihat orang lain secara akurat
2.      Karakteristik seseorang mempengaruhi karakteristik yang dilihatnya pada orang lain
3.      Orang yang menerima dirinya kemungkinan besar dapat melihat aspek favorabeldari orang lain
4.      Ketepatan dalam menilai orang lain bukan keahlian tunggal.


Karakeristik dari orang yang dinilai mempengaruhi persepsi social:
1.      Status seseorang yang dinilai sangat mempengaruhi persepsi orang lain terhadap orang tersebut
2.      Orang yang dinilai biasanya digunakan untuk menyederhanakan aktivitas persepsi yang dinlai
3.      Cirri orang yang dinilai sangat mempengaruhi orang lain dalam mempersepsikannya
d.      Stereotip
stereoti yaitu kecenderungan dalam menilai seseorang  termasuk pada kategori tunggal atau mendeskripsikan kesalahan persepsi.
e.       Halo effect
kecenderungan menilai seseorang berdasarkan suatu cirri.hallo effect mempunyai komponen nyata dan ilusi

Atrubusi yaitu mengacu bagaimana orang menjelaskan penyebab perilaku orang lain atau dirinya sendiri.
teori atribusi
1.      Menceri yang masuk akal
2.      Mengatribusikan tindakan orang lain entah dengan penyebab internal atau dengan penyebab eksternal
3.      Bertindak dengan cara yang logis.

a.       Locus of control
menggunakan locus of control ,penilaian karyawan terhadap hasil mereka saat dikontrol secara internal dan eksternal.
b.      Dimensi stabilitas
bahwa dimensi stabilitas harus dikenali contoh karyawan yang berpengalaman mungkin mempunyai atribusi internal yang stabil mengenai kemampuan mereka namun tidak pada usaha.
c.       Kesalahan atribusi
1.      Kesalahan atribusi fundamenatal yaitu cenderung mengabaikan kekutanan situasional saat menjelaskan sesuatu dan cenderung menghubungkan perilaku dengan factor personal
2.      Mementingkan diri sendiri  yaitu menghubungkan sukses dengan kemampuan dan usaha mereka dan menghubungkan kegagalan dengan factor internal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar