STRES DAN KONFLIK
Stres
adalah respon adaptif yang dihubungkan oleh perbedaan individu dan atau proses
psikologi yang rupakan konsekuensi tindakan,situasi,atau kejadian eksternal
yang menempatkan tuntutan psikologis atau fisik secara berlebihan pada seseorang
Robbins
& Judge 2 (2008:368) Stres
adalah suatu kondisi dinamis dimana indivuidu dihadapkan pada peluaang,
tuntutan, atu sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh
individu tersebut dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting.
Stres
mengacu pada reaksi terhadap situasi atau kejadian, bukan situasi atau kejadian
itu sendiri, stres dipengaruhi perbedaan individu dan stres menekankan frasa
“kebutuhan psikologis dan atau fisik yang berlebihan”
Dapat disimpulkan Stres adalah suatu kondisi
ketegangan adanya tuntutan baik fisik maupun psikologis yang mempengaruhi
emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Stres yang berlebihan dapat mengancam
kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungan, yang akhirnya seseorang
tersebut dapat mengganggu kinerja. Mereka yang stress menjadi mudah marah, dan
agresi, tidak relaks, atau menunjukkan sikap tidak kooperatif.
Stres kerja
adalah kondisi yang muncul dari interaksi antara manusia dan pekerjaan dan
merubah serta memaksa manusia menyimpang dari fungsi normal mereka.
Munculnya stres
dikarenakan adanya tuntutan lingkungan baru, contohnya adalah teknologi yang
berkembang menciptakan masalah, yaitu kehilangan privasi, banjir informasi, erosi
hubungan tatap muka, terus mempelajari keahlian baru, ditolak karena kurangnya
pengetahuan,contoh lain adalah ketika seseorang dibebankan pada target-target
pecapaian otomatis akanmenjadikan beban dan mempunyai potesi terhadap munculnya
stress.
Stress terdiri dari 2 yaitu stress yang negative (distress) contohnya kebijakan
kantor yang tidak sejalan, prosedur birokrasi, dan karir yang terhambat atau
stress yang positif (eustres)
contohnya sesuatu yang baik, seperti promosi jabatan, tanggung jawab yang
meningkat, tekanan waktu, tugas yang berkualitas tinggi. Burnout adalah masalah lingkungan dimana orang tersebut
bekerja.burnout membuat orang merasa terisolasi dan kehilangan control.
Penyebab Stres
a. Stresor
Ekstraorganisasi
Stresor di luar organisasi berhubungan dengan efek dan perasaan negatif pada pekerjaan mencakup:
Stresor di luar organisasi berhubungan dengan efek dan perasaan negatif pada pekerjaan mencakup:
1. Perubahan
sosial /teknologi mempunyai efek yang besar pada gaya hidup yang terbawa pada
pekerjaan.
2. Kondisi
Keluarga, seperti; hubungan yang buruk, sakitnya anggota keluarga,
pertengkaran, krisis keluarga.
3. Pindah
tempat (relokasi) sekeluarga karena promosi, dapat menyebabkan stres.
4. Perubahan
hidup , seperti; menjadi lebih tua, kehilangan pasangan karena kematian atau
perceraian.
5. Variabel
sosiologis seperti; ras, jenis kelamin, kelas sosial
b. Stresor
organisasi yang potensial mencakup:
1. Kebijakan
dan Strategi Organisasi
Contoh; penyusutan karyawan, rotasi shift kerja, aturan birokrasi, teknologi canggih ,perencanaan gaji jasa,tekanan kompetitif.
Contoh; penyusutan karyawan, rotasi shift kerja, aturan birokrasi, teknologi canggih ,perencanaan gaji jasa,tekanan kompetitif.
2. Struktur
dan Desain Organisasi
Contoh: sentralisasi dan formalisasi, konflik lini-staf, ambiguitas peran, tidak ada kesempatan maju ,tanggung jawab tanpa otoritas,budaya melarang dan tidak percaya.
Contoh: sentralisasi dan formalisasi, konflik lini-staf, ambiguitas peran, tidak ada kesempatan maju ,tanggung jawab tanpa otoritas,budaya melarang dan tidak percaya.
3. Proses
Organisasi
Contoh: pengawasan yang ketat, komunikasi satu arah, sedikit umpan balik , kurangnya partisipasi, menurunnya hubungan karyawan,penghargaan yang tidak memadai,pengambilan keputusan sentral
Contoh: pengawasan yang ketat, komunikasi satu arah, sedikit umpan balik , kurangnya partisipasi, menurunnya hubungan karyawan,penghargaan yang tidak memadai,pengambilan keputusan sentral
4. Kondisi
Kerja
Contoh: area kerja bising, panas, dingin, bau , tidak aman, tidak sehat, penerangan kurang,polusi udara,tekanan fisik atau mental,bahan kimia beracun atau radiasi.
Contoh: area kerja bising, panas, dingin, bau , tidak aman, tidak sehat, penerangan kurang,polusi udara,tekanan fisik atau mental,bahan kimia beracun atau radiasi.
c. Stresor
Kelompok
Stresor kelompok dikategorikan menjadi;
1. Kurangnya
kohesivitas kelompok
Kohesivitas atau kebersamaan merupakan
hal penting bagi karyawan. Jika karyawan tidak mengalami kesempatan kebersamaan
karena desain kerja, karena penyedia melarang atau membatasinya, kurangnya
kohesivitas akan menyebabkan stres
2. Kurangnya
dukungan sosial
Jika dukungan sosial kurang pada individu, maka situasi ini akan membuat stres.
Jika dukungan sosial kurang pada individu, maka situasi ini akan membuat stres.
d. Stresor
Individu
Gibson (1996:363)
mengidentifikasi lima kategori efek dari
stres :
1. Subyektif
Efeknya adalah kekhawatiran/ketakutan, agresi, apatis, rasa bosan, depresi, keletihan, frustasi, kehilangan kendali emosi, gugup, kesepian
Efeknya adalah kekhawatiran/ketakutan, agresi, apatis, rasa bosan, depresi, keletihan, frustasi, kehilangan kendali emosi, gugup, kesepian
2. Perilaku
Efeknya adalah mudah celaka, kecanduan alkohol, penyalah gunaan obat, makan dan merokok secara berlebihan, perilaku impulsif.
Efeknya adalah mudah celaka, kecanduan alkohol, penyalah gunaan obat, makan dan merokok secara berlebihan, perilaku impulsif.
3. Kognitif
Efeknya adalah ketidakmampuan untuk membuat keputusan yang masuk akal, daya konsentrasi rendah, kurang perhatian, sensitif thd kritik, hambatan mental.
Efeknya adalah ketidakmampuan untuk membuat keputusan yang masuk akal, daya konsentrasi rendah, kurang perhatian, sensitif thd kritik, hambatan mental.
4. Fisiologis
Efeknya adalah kandungan glukosa darah meningkat, denyut jantung dan tekanan darah meningkat, mulut kering, berkeringat, bola mata melebar, panas dan dingin.
Efeknya adalah kandungan glukosa darah meningkat, denyut jantung dan tekanan darah meningkat, mulut kering, berkeringat, bola mata melebar, panas dan dingin.
5. Organisasi
Efeknya adalah angka absensi, omset, produktivitas rendah, terasing dari mitra kerja, ketidakpuasan kerja, komuitmen dan loyalitas berkura
Efeknya adalah angka absensi, omset, produktivitas rendah, terasing dari mitra kerja, ketidakpuasan kerja, komuitmen dan loyalitas berkura
Robbins dan Judge
(2008:173) konflik sebagai suatu
proses yang dimulai ketika satu pihak memiliki persepsi bahwa
pihak lain akan atau telah
mempengaruhi secara negatif, sesuatu yg menjadi kepedulian atau kepentingan pihak
pertama.
Konflik (organisasi)
dapat terjadi karena perbedaan
pendapat, pandangan, interpretasi, persepsi serta kepentingan antar individu
atau antar kelompok dalam organisasi, yang menimbulkan bertentangan atau
perselisihan.
Konflik
Intraindividu menunjuk adanya pertentangan, ketidak
pastian atau emosi-emosi dan dorongan yang antagonistik di dalam diri
seseorang.
a)
Konflik Akibat Frustasi
Frustasi sendiri terjadi ketika seseorang tidak termotivasi dan merasa tidak mampu dalam mencapai tujuan yang diinginkan
Frustasi sendiri terjadi ketika seseorang tidak termotivasi dan merasa tidak mampu dalam mencapai tujuan yang diinginkan
Contoh
: Ketika seorang karyawan tidak mencapai target yang ditetapkan oleh perusahaan
dimana ia bekerja,ia cenderung akan mengalami frustasi yang dapat mengakibatkan
agresifitas denga karyawan lain.
b)
Koflik Tujuan
Konflik tujuan terjadi ketika dua motif tujuan atau lebih saling menghalangi.
Konflik tujuan terjadi ketika dua motif tujuan atau lebih saling menghalangi.
a. Konflik
pendekatan-pendekatan,seseorang dimotivasi untuk mendekati dua tujuan positif
atau lebih,terutma tujuan eksklusif,
b. Konflik
pendekatan-pengindraan,seseorang dimotivasi untuk mendekati tujuan,pada saat
bersamaan juga dimotivasi untuk menghindarinya.
c. Konflik
penghindaran-penghindaran,seseorang dimotivasi untuk menghindari dua tujuan
negative atau lebih,terutama tujuan eksklusif.
Contoh : Seorang manajer merencanakan
jangka panjang,ketika ia memiliki banyak kesempatan memfungsikan sumber daya
dan mengimplementasikan rencana,konsekuensi negative muncul lebih besar,saat
itu meneger berada pada titik pendekatan-pengindraan,hasilnya konflik internal
dan stress yang mengakibatkan kebimbangan,reaksi fisk bahkan depresi.
c)
Konflik peran dan ambiguitas
Peran adalah posisi yang mempunyai harapan yang berkembang dari norma yang ditetapkan.
Peran adalah posisi yang mempunyai harapan yang berkembang dari norma yang ditetapkan.
a. Konflik
anatar orang dan peran
yaitu konflik anatara kepribadian orang dan harapan peran.
contoh : Seorang Karyawan produksi ditunjuk untuk mengawasi karyawan lain,padahal karyawan tersebut tidak ingin mengawasi karyawan lain dengan ketat sehingga terjadi konflik dalam peran
yaitu konflik anatara kepribadian orang dan harapan peran.
contoh : Seorang Karyawan produksi ditunjuk untuk mengawasi karyawan lain,padahal karyawan tersebut tidak ingin mengawasi karyawan lain dengan ketat sehingga terjadi konflik dalam peran
b. Konflik
antarperan
Harapan yang berlawanan mengenai bagaimana memainkan peran
contoh: Peran sebagai karyawan dengan peran sebagai anak dalam keluarga,sehingga sering harus memilh,hasilnya menjadi konflik memilih peran yang bagaimana.
Harapan yang berlawanan mengenai bagaimana memainkan peran
contoh: Peran sebagai karyawan dengan peran sebagai anak dalam keluarga,sehingga sering harus memilh,hasilnya menjadi konflik memilih peran yang bagaimana.
Konflik
Interaktif
1.
Konflik Antarpribadi
Konflik yang terjadi bila seorang individu menghadapi
ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya. Bila
berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu
diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya.
a. Perbedaan
personal
•
Perbedaan antar individu seperti
pendidikan, tradisi keluarga, dan budaya dapat menjadi sumber konflik.
b. Defisiensi
informasi
a. Kegagalan
komunikasi karena menggunakan informasi yang beda atau salah informasi.
c. Ketidaksesuaian
peran
a. Tugas
dan fungsi antar pribadi berbeda dan saling tergantung, namun perannyaq mungkin
tidak sesuai , misanya antar manajer produksi dan manajer penjualan
d. Tekanan
lingkungan
a. Dalam
lingkungan dengan sumber daya yang langka atau menyusut terdapat tekanan kompetitif
atau ketidakpastian yang tinggi merupakan sumber konflik.
2. Perilaku
dan konflik antarkelompok
Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama, karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompok atau antar organisasi.
Kondisi yang menyebabkan konflik :
Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama, karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompok atau antar organisasi.
Kondisi yang menyebabkan konflik :
a. Kompetisi
mendapatkan sumberdaya : dana anggaran, layanan pendukung, karyawan.
b. Saling
ketergantungan tugas
c. Ambiguitas
Jurisdiksional (Wilayah kekuasaan)
d. Pengejaran
Status
Pengaruh
Stres dan Konflik Individu
stress yang ringan dapat menyebabkan peningkatan kualitas dan peningkatan aktivitas, perubahan dan kinerja yang lebih baik. Kinerja berbagai tugas sangat dipengaruhi oleh stress dan kinerja biasanya menurun tajam saat stress naik pada tingkat tinggi.
stress yang ringan dapat menyebabkan peningkatan kualitas dan peningkatan aktivitas, perubahan dan kinerja yang lebih baik. Kinerja berbagai tugas sangat dipengaruhi oleh stress dan kinerja biasanya menurun tajam saat stress naik pada tingkat tinggi.
Pengaruh Positif stress
: Meningkatkan kohesivitas/keterpaduan / kebersamaan kelompok,Meningkatkan
loyalitas,Meningkatkan orientasi aktivitas berbasis kinerja yang menjadi
tanggungjawabnya,
Pengaruh Negaif stress
: Meningkatnya kepemimpinan otokratis, Penilaian yang berlebihan, Menurunnya
komunikasi organisasi, Meningkatnya penyimpangan persepsi/serba curiga, Stereo
type yang negative.
Masalah Fisik Akibat Stres dan Konflik
Masalah fisik yang berhubungan dengan stress adalah :
a.
Sistem kekebalan tubuh
b.
Masalah system kardiovaskuler,seperti
tekanan darah tinggi dan penyakit jantung
c.
Masalah system gastrointestinal,seperti
sembelit dan sakit perut
d.
Masalah Muskuloskeletal,seperti sakit
kepala dan sakit punggung.
Strategi
Mengatasi Stres dan Konflik
Perilaku Interaktif baik pada tingkat antar pribadi maupun antar kelompok lebih menghasilkan konflik daripada stress dan solusinya adalah engan mengatasi dan menggelola perilaku tersebut.
Teknik khusus menghilangkan atau mengelola stress adalah :
Perilaku Interaktif baik pada tingkat antar pribadi maupun antar kelompok lebih menghasilkan konflik daripada stress dan solusinya adalah engan mengatasi dan menggelola perilaku tersebut.
Teknik khusus menghilangkan atau mengelola stress adalah :
a.
Olahraga
b.
Relaksasi
c.
Mengendalikan Perilaku
d.
Terapi Kognitif
e.
Jaringan
Strategi
Organisasi untuk mengatasi Stress
Pedoman untuk perusahaan yang melakukan penyusutan karyawan dalam mengatasi masalah sindrom survivor adalah sebagai berikut :
Pedoman untuk perusahaan yang melakukan penyusutan karyawan dalam mengatasi masalah sindrom survivor adalah sebagai berikut :
a.
Menjadi Proaktif
b.
Mengetahui emosi orang yang bertahan
c.
Berkomunikasi setelah penyusutan
karyawan
d.
Mengklarifikasi aturan baru
Keahlian
Negosiasi : Lebih dari Manajemen Konflik
1.
Pendekatan Negosiasi Tradisional
a. Negosiator
cenderung dipengaruhi oleh angka atau bentuk pesentasi dari informasi dalam
negosiasi
b. Ketika
tidak ada alternative lain ,negosiator secara tidak rasional cenderung
mengeskalasi komitmen engan tidakan yang dilakukan sebelumnya.
c. Negosiator
cenderung berasumsi bahwa pendapatan mereka harus berasal dari pengeluaran
pihak lain.
d. Penilaian
negosiator cenderung diperkuat pada informasi tidak relevan, seperti penawaran
awal
e. Negosiator
cenderung mengandalkan informasi yang tersedia
f. Negosiator
cenderung gagal mempertimbangkan informasi yang ada dengan focus pada
perspektif lawan
g. Negosiator
cenderung terlalu percaya diri sehubungan dengan kemungkinan mencapai hasil
yang diinginkan dari individu yang terlibat.
2.
Keahlian Negosiasi Kontemporer
Pedoman praktis untuk negosiasi yang efektif mengelompokan berbagai teknik negosiasi berdasarkan tingkat resiko bagi pengguna :
Pedoman praktis untuk negosiasi yang efektif mengelompokan berbagai teknik negosiasi berdasarkan tingkat resiko bagi pengguna :
a. Teknik
negosiasi resiko rendah
a. Ujukan-bujukan
halus biasanya berhasil
b. Memberikan
point yang mudah dulu ,membantu membangun kepercayaan dan momentum untuk
persoalan yang lebih berat
c. Diam,efektif
untuk memperoleh konsensi,tetapi seseorang harus berhati-hati agar tidak memancing
kemarahan atau frusasi lawan
d. Posisi
menguntungkan, hal ini memperoleh penawaran balik yang menunjukan posisi lawan
atau mungkin mengubah kompromi
b. Teknik
Negosiasi resiko tinggi
a. Hilangnya
kesabaran yang tidak diharapkan
b. High
balling,digunakan untuk memperoleh kepercayaan dengan menyerah kepada posisi
lawan
c. Boulwarism
yaitu ambil atau lepaskan yang ada.
d. Menunggu
momen yang tepat
4
elemen dasar pendekatan negosiasi prinsip :
a.
Orang,memisahkan orang dari masalah
b.
Minat,Berfokus pada minat bukan posisi
c.
Pilihan,mennghasilkan berbagai
kemungkinan sebelum memutuskan apa yang dilakukan
d.
Kriteria,memaksa bahwa hasil didasarkan
pada beberapa standar objektif
Daftar Pustaka
Luthans,Fred. 2009. Perilaku Organisasi. Yogyakarta: Andi
file:///D:/kuliah/SEMESTER%203/PIO/STRESS%20DAN%20KONFLIK/konflik-organisasi.html
Luthans,Fred. 2009. Perilaku Organisasi. Yogyakarta: Andi
file:///D:/kuliah/SEMESTER%203/PIO/STRESS%20DAN%20KONFLIK/konflik-organisasi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar