Minggu, 17 Maret 2013


STRES DAN KONFLIK
Stres adalah respon adaptif yang dihubungkan oleh perbedaan individu dan atau proses psikologi yang rupakan konsekuensi tindakan,situasi,atau kejadian eksternal yang menempatkan tuntutan psikologis atau fisik secara berlebihan pada seseorang
Robbins & Judge 2 (2008:368) Stres adalah suatu kondisi dinamis dimana indivuidu dihadapkan pada peluaang, tuntutan, atu sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu tersebut dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting.
Stres mengacu pada reaksi terhadap situasi atau kejadian, bukan situasi atau kejadian itu sendiri, stres dipengaruhi perbedaan individu dan stres menekankan frasa “kebutuhan psikologis dan atau fisik yang berlebihan”
Dapat disimpulkan Stres adalah suatu kondisi ketegangan adanya tuntutan baik fisik maupun psikologis yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Stres yang berlebihan dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungan, yang akhirnya seseorang tersebut dapat mengganggu kinerja. Mereka yang stress menjadi mudah marah, dan agresi, tidak relaks, atau menunjukkan sikap tidak kooperatif.
Stres kerja adalah kondisi yang muncul dari interaksi antara manusia dan pekerjaan dan merubah serta memaksa manusia menyimpang dari fungsi normal mereka.
Munculnya stres dikarenakan adanya tuntutan lingkungan baru, contohnya adalah teknologi yang berkembang menciptakan masalah, yaitu kehilangan privasi, banjir informasi, erosi hubungan tatap muka, terus mempelajari keahlian baru, ditolak karena kurangnya pengetahuan,contoh lain adalah ketika seseorang dibebankan pada target-target pecapaian otomatis akanmenjadikan beban dan mempunyai potesi terhadap munculnya stress.
 Stress terdiri dari 2 yaitu stress yang negative (distress) contohnya kebijakan kantor yang tidak sejalan, prosedur birokrasi, dan karir yang terhambat atau stress yang positif (eustres) contohnya sesuatu yang baik, seperti promosi jabatan, tanggung jawab yang meningkat, tekanan waktu, tugas yang berkualitas tinggi. Burnout adalah masalah lingkungan dimana orang tersebut bekerja.burnout membuat orang merasa terisolasi dan kehilangan control.

Penyebab Stres
a.       Stresor Ekstraorganisasi
Stresor di luar organisasi berhubungan dengan efek dan perasaan negatif pada pekerjaan mencakup:
1.      Perubahan sosial /teknologi mempunyai efek yang besar pada gaya hidup yang terbawa pada pekerjaan.
2.      Kondisi Keluarga, seperti; hubungan yang buruk, sakitnya anggota keluarga, pertengkaran,  krisis keluarga.
3.      Pindah tempat (relokasi) sekeluarga karena promosi, dapat menyebabkan stres.
4.      Perubahan hidup , seperti; menjadi lebih tua, kehilangan pasangan karena kematian atau perceraian.
5.      Variabel sosiologis seperti; ras, jenis kelamin, kelas sosial 
b.      Stresor organisasi yang potensial mencakup:
1.      Kebijakan dan Strategi Organisasi
Contoh; penyusutan karyawan, rotasi shift kerja, aturan birokrasi, teknologi canggih ,perencanaan gaji jasa,tekanan kompetitif.
2.      Struktur dan Desain Organisasi
Contoh: sentralisasi dan formalisasi, konflik lini-staf, ambiguitas peran, tidak ada kesempatan maju ,tanggung jawab tanpa otoritas,budaya melarang dan tidak percaya.
3.      Proses Organisasi
Contoh: pengawasan yang ketat, komunikasi satu arah, sedikit umpan balik , kurangnya partisipasi, menurunnya hubungan karyawan,penghargaan yang tidak memadai,pengambilan keputusan sentral
4.      Kondisi Kerja
Contoh: area kerja bising, panas, dingin, bau , tidak aman, tidak sehat, penerangan kurang,polusi udara,tekanan fisik atau mental,bahan kimia beracun atau radiasi.
c.       Stresor Kelompok
Stresor kelompok dikategorikan menjadi;
1.      Kurangnya kohesivitas kelompok
Kohesivitas atau kebersamaan merupakan hal penting bagi karyawan. Jika karyawan tidak mengalami kesempatan kebersamaan karena desain kerja, karena penyedia melarang atau membatasinya, kurangnya kohesivitas akan menyebabkan stres
2.      Kurangnya dukungan sosial
Jika dukungan sosial kurang  pada individu, maka situasi ini akan membuat stres.
d.      Stresor Individu
*      Pada level individu, dimensi situasi dan disposisi individu dapat mempengaruhi stres
*      Ciri kepribadian, seperti otoritarisme, regiditas, spontani-tas, toleransi pada ambiguitas.
*      Persepsi kontrol personal, seperti perasaan orang mengenai kemampuan mengontrol situasi
*      Ketidakberdayaan yang dipelajari, orang yang menyerah pada situasi walaupun sebenarnya ia dapat melawannya,
*      Daya tahan psikologis, daya tahan terhadap provokasi, tekanan.
Gibson (1996:363) mengidentifikasi lima kategori efek dari stres :
1.      Subyektif
Efeknya adalah kekhawatiran/ketakutan, agresi, apatis, rasa bosan, depresi, keletihan, frustasi, kehilangan kendali emosi, gugup, kesepian
2.      Perilaku
Efeknya adalah mudah celaka, kecanduan alkohol, penyalah gunaan obat, makan dan merokok secara berlebihan, perilaku impulsif.
3.      Kognitif
Efeknya adalah ketidakmampuan untuk membuat keputusan yang masuk akal, daya konsentrasi rendah, kurang perhatian, sensitif thd kritik, hambatan mental.
4.      Fisiologis
Efeknya adalah kandungan glukosa darah meningkat, denyut jantung dan tekanan darah meningkat, mulut kering, berkeringat, bola mata melebar, panas dan dingin.
5.      Organisasi
Efeknya adalah angka absensi, omset, produktivitas rendah, terasing dari mitra kerja, ketidakpuasan kerja, komuitmen dan loyalitas berkura
Robbins dan Judge (2008:173) konflik sebagai suatu proses yang dimulai ketika satu pihak memiliki persepsi  bahwa  pihak lain akan atau  telah mempengaruhi secara negatif, sesuatu yg menjadi kepedulian atau kepentingan pihak pertama.
Konflik (organisasi) dapat terjadi karena perbedaan pendapat, pandangan, interpretasi, persepsi serta kepentingan antar individu atau antar kelompok dalam organisasi, yang menimbulkan bertentangan atau perselisihan.
Konflik Intraindividu menunjuk adanya pertentangan, ketidak pastian atau emosi-emosi dan dorongan yang antagonistik di dalam diri seseorang.
a)      Konflik Akibat Frustasi
Frustasi sendiri terjadi ketika seseorang tidak termotivasi dan merasa tidak mampu dalam mencapai tujuan yang diinginkan
Contoh : Ketika seorang karyawan tidak mencapai target yang ditetapkan oleh perusahaan dimana ia bekerja,ia cenderung akan mengalami frustasi yang dapat mengakibatkan agresifitas denga karyawan lain.
b)      Koflik Tujuan
Konflik tujuan terjadi ketika dua motif tujuan atau lebih saling menghalangi.
a.       Konflik pendekatan-pendekatan,seseorang dimotivasi untuk mendekati dua tujuan positif atau lebih,terutma tujuan eksklusif,
b.      Konflik pendekatan-pengindraan,seseorang dimotivasi untuk mendekati tujuan,pada saat bersamaan juga dimotivasi untuk menghindarinya.
c.       Konflik penghindaran-penghindaran,seseorang dimotivasi untuk menghindari dua tujuan negative atau lebih,terutama tujuan eksklusif.
Contoh : Seorang manajer merencanakan jangka panjang,ketika ia memiliki banyak kesempatan memfungsikan sumber daya dan mengimplementasikan rencana,konsekuensi negative muncul lebih besar,saat itu meneger berada pada titik pendekatan-pengindraan,hasilnya konflik internal dan stress yang mengakibatkan kebimbangan,reaksi fisk bahkan depresi.
c)      Konflik peran dan ambiguitas
Peran adalah posisi yang mempunyai harapan yang berkembang dari norma yang ditetapkan.
a.       Konflik anatar orang dan peran
yaitu konflik anatara kepribadian orang dan harapan peran.
contoh : Seorang Karyawan produksi ditunjuk untuk mengawasi karyawan lain,padahal karyawan tersebut tidak ingin mengawasi karyawan lain dengan ketat sehingga terjadi konflik dalam peran
b.      Konflik antarperan
Harapan yang berlawanan mengenai bagaimana memainkan peran
contoh: Peran sebagai karyawan dengan peran sebagai anak dalam keluarga,sehingga sering harus memilh,hasilnya menjadi konflik memilih peran yang bagaimana.
Konflik Interaktif
1.      Konflik Antarpribadi
Konflik yang terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya. Bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya.
a.       Perbedaan personal
         Perbedaan antar individu seperti pendidikan, tradisi keluarga, dan budaya dapat menjadi sumber konflik.
b.      Defisiensi informasi
a.       Kegagalan komunikasi karena menggunakan informasi yang beda atau salah informasi.
c.       Ketidaksesuaian peran
a.       Tugas dan fungsi antar pribadi berbeda dan saling tergantung, namun perannyaq mungkin tidak sesuai , misanya antar manajer produksi dan manajer penjualan
d.      Tekanan lingkungan
a.       Dalam lingkungan dengan sumber daya yang langka atau menyusut terdapat tekanan kompetitif atau ketidakpastian yang tinggi merupakan sumber konflik.
2.      Perilaku dan konflik antarkelompok
Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama, karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompok atau antar organisasi.
Kondisi yang menyebabkan konflik :
a.       Kompetisi mendapatkan sumberdaya : dana anggaran, layanan pendukung, karyawan.
b.      Saling ketergantungan tugas
c.       Ambiguitas Jurisdiksional (Wilayah kekuasaan)
d.      Pengejaran Status
Pengaruh Stres dan Konflik Individu
stress yang ringan dapat menyebabkan peningkatan kualitas dan peningkatan aktivitas, perubahan dan kinerja yang lebih baik. Kinerja berbagai tugas sangat dipengaruhi oleh stress dan kinerja biasanya menurun tajam saat stress naik pada tingkat tinggi.
Pengaruh Positif stress : Meningkatkan kohesivitas/keterpaduan / kebersamaan kelompok,Meningkatkan loyalitas,Meningkatkan orientasi aktivitas berbasis kinerja yang menjadi tanggungjawabnya,
Pengaruh Negaif stress : Meningkatnya kepemimpinan otokratis, Penilaian yang berlebihan, Menurunnya komunikasi organisasi, Meningkatnya penyimpangan persepsi/serba curiga, Stereo type yang negative.


Masalah Fisik Akibat Stres dan Konflik

Masalah fisik yang berhubungan dengan stress adalah :
a.       Sistem kekebalan tubuh
b.      Masalah system kardiovaskuler,seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung
c.       Masalah system gastrointestinal,seperti sembelit dan sakit perut
d.      Masalah Muskuloskeletal,seperti sakit kepala dan sakit punggung.

Strategi Mengatasi Stres dan Konflik
Perilaku Interaktif  baik pada tingkat antar pribadi maupun antar kelompok lebih menghasilkan konflik daripada stress dan solusinya adalah engan mengatasi dan menggelola perilaku tersebut.
Teknik khusus menghilangkan atau mengelola stress adalah :
a.       Olahraga
b.      Relaksasi
c.       Mengendalikan Perilaku
d.      Terapi Kognitif
e.       Jaringan
Strategi Organisasi untuk mengatasi Stress
Pedoman untuk perusahaan yang melakukan penyusutan karyawan dalam mengatasi masalah sindrom survivor adalah sebagai berikut :
a.       Menjadi Proaktif
b.      Mengetahui emosi orang yang bertahan
c.       Berkomunikasi setelah penyusutan karyawan
d.      Mengklarifikasi aturan baru
Keahlian Negosiasi : Lebih dari Manajemen Konflik
1.      Pendekatan Negosiasi Tradisional
a.       Negosiator cenderung dipengaruhi oleh angka atau bentuk pesentasi dari informasi dalam negosiasi
b.      Ketika tidak ada alternative lain ,negosiator secara tidak rasional cenderung mengeskalasi komitmen engan tidakan yang dilakukan sebelumnya.
c.       Negosiator cenderung berasumsi bahwa pendapatan mereka harus berasal dari pengeluaran pihak lain.
d.      Penilaian negosiator cenderung diperkuat pada informasi tidak relevan, seperti penawaran awal
e.       Negosiator cenderung mengandalkan informasi yang tersedia
f.       Negosiator cenderung gagal mempertimbangkan informasi yang ada dengan focus pada perspektif lawan
g.      Negosiator cenderung terlalu percaya diri sehubungan dengan kemungkinan mencapai hasil yang diinginkan dari individu yang terlibat.
2.      Keahlian Negosiasi Kontemporer
Pedoman praktis untuk negosiasi yang efektif mengelompokan berbagai teknik negosiasi berdasarkan tingkat resiko bagi pengguna :
a.       Teknik negosiasi resiko rendah
a.       Ujukan-bujukan halus biasanya berhasil
b.      Memberikan point yang mudah dulu ,membantu membangun kepercayaan dan momentum untuk persoalan yang lebih berat
c.       Diam,efektif untuk memperoleh konsensi,tetapi seseorang harus berhati-hati agar tidak memancing kemarahan atau frusasi lawan
d.      Posisi menguntungkan, hal ini memperoleh penawaran balik yang menunjukan posisi lawan atau mungkin mengubah kompromi
b.      Teknik Negosiasi resiko tinggi
a.       Hilangnya kesabaran yang tidak diharapkan
b.      High balling,digunakan untuk memperoleh kepercayaan dengan menyerah kepada posisi lawan
c.       Boulwarism yaitu ambil atau lepaskan yang ada.
d.      Menunggu momen yang tepat


4 elemen dasar pendekatan negosiasi prinsip :
a.       Orang,memisahkan orang dari masalah
b.      Minat,Berfokus pada minat bukan posisi
c.       Pilihan,mennghasilkan berbagai kemungkinan sebelum memutuskan apa yang dilakukan
d.      Kriteria,memaksa bahwa hasil didasarkan pada beberapa standar objektif

Daftar Pustaka
Luthans,Fred. 2009. Perilaku Organisasi. Yogyakarta: Andi
file:///D:/kuliah/SEMESTER%203/PIO/STRESS%20DAN%20KONFLIK/konflik-organisasi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar